MENGAPA PLUTO BUKAN PLANET?

Sebenarnya  MENGAPA PLUTO TIDAK LAGI MASUK URUTAN TATA SURYA dan bukan menjadi sebuah planet lagi??

Berikut pembahasannya..

Sejarah Pluto

Pluto adalah sebuah planet ditemukan oleh Clyde William Tombaugh, seorang astronom muda di Observatorium Lowell, pada tanggal 18 Februari 1930. Sejak saat itu dia telah menjadi planet anggota Bimasakti yang paling jauh lokasinya. Jarak Pluto ke matahari adalah 5.900,1 juta Km. Pluto ber diameter mencapai 4.862 Km dan memiliki massa 0,002 massa Bumi. Periode rotasi Pluto itu adalah 6,39 hari, sedangkan untuk periode revolusi adalah 248,4 tahun. Bentuk Pluto hampir mirip dengan Bulan dengan atmosfer yang mengandung metan. Suhu permukaan Pluto berkisar -2330Celsius sampai sekitar -2230 Celsius, sehingga sebagian besar berwujud es.

Lalu, kenapa sih pluto kok bukan planet?

Alasan Kenapa Bukan Planet

1. pluto itu adalah termasuk benda angkasa, disebut sebagai planet jika memiliki bagian seperti bumi yaitu gas, batu dan air sedangkan neptunus terdiri atas gas dan batu. Tapi kalau pluto hanya terdiri atas batu dan es. Jadi, pluto bukan planet.

2. selanjutnya adalah masalah ukuran pluto yang kecil, tidak sampai setengah dari diameter merkurius, adalah planet yang sangat kecil.

3. padaOrbit Pluto yang kadang timpang tindih dengan orbit planet Neptunus. Jadi, membingungkan



4. Pluto itu berukuran hampir sama dengan satelit - satelitnyanya yang menjadikan pluto hanya di anggap sebagai benda langit yang bukan disebut  dengan planet


Nama RESMI Pluto

Selama 76 tahun sudah Pluto menyandang “gelar”planet, tapi setelah melalui mekanisme dan berbagai voting pada akhir sidang umum Perhimpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union, IAU) di Praha, Ceko, pada tanggal 24 Agustus 2006, para astronom sudah sepakat kalau pluto statusnya bukan planet lagi.

Terus namanya apa donk skarang kalau begitu? Pada 7 September 2006, nama Pluto kemudian diganti dengan nomor saja, yaitu nomor 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), adalah organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data tentang asteroid dan komet yang ada dalam tata surya kita.

Warna Biru Langit Cocok Dengan Warna Apa?

Warna biru itu warna yang banyak disukai orang. Yang menyukai warna biru tentunya ingin selalu terkait dengan warna kesukaannya, terutama bila dalam hal berpakaian, baik itu mengenakan baju biru ataupun celana biru. Dan juga mereka ingin memakai aksesoris yang juga berwarna biru.

Tapi, jika semua unsur pakaian yang dikenakan berwarna biru, maka hasilnya kurang baik. Nah, untuk menghasilkan kombinasi yang baik dalam hal berpakaian, maka mengkombinasikan warna-warna yang ada itu hal yang tidak bisa dihindari dan mutlak diperlukan bair terlihat lebih gaya dan juga matching ataupun sesuai.

Permasalahannya, gimana mengkombinasikan warna pakaian yang kita miliki dengan warna biru yang menjadi warna favorit? Caranya yang mudah untuk dilakukan dengan gambar perpaduan berikut, colour wheel


untuk memadupadankan warna biru dapat dilakukan dengan cara berikut:

Kombinasi warna biru bisa dengan warna yang ada di sebelahnya, yaitu kombinasi biru dengan warna biru-ungu dan biru-hijau. Lalu, cara kedua yang dapat dilakukan untuk mengkombinasikan warna biru adalah dengan memadupankannya dengan warna-warna membentuk sudut 90 derajat dengan warna biru di color wheel, yaitu kombinasi dengan warna kuning-hijau dan merah-ungu. Cara Ketiga yaitu dengan memadupadankannya dengan warna yang berseberangan. Untuk warna yang ada di color wheel, warna biru bisa dikombinasikan dengan warna oranye. Nah, kalau Kamu mengenakan pakaian yang tidak hanya ingin menonjolkan warna atasan dan bawahan, tetapi juga ingin terlihat menonjol, misalnya, warna ikat pinggang, tas ataupun aksesoris lainnya, warna biru dapat dikombinasikan dengan dua warna lain yang membentuk huruf “T” pada color-wheel, yaitu warna kuning-hijau dan warna merah-ungu. Misalnya,  saat Kamu mengenakan baju berwarna biru dengan bawahan kuning-hijau, maka pilihlah tas atau ikat pinggang atau aksesoris lain berwarna merah-ungu. Kombinasi yang terakhir ini adalah jika Kamu ingin mengenakan pakaian yang melibatkan 4 warna, maka selain warna kuning-hijau dan merah-ungu, warna lain yang juga bisa dilibatkan adalah warna oranye. Paduan warna biru dengan ketiga warna itu bisa menghasilkan paduan yang cucok, keempat warna itu membentuk huruf “X” pada color wheel.

Tentunya, warna biru juga akan matching kalau dikombinasikan dengan warna-warna netral, seperti putih ataupun hitam.

Mengapa Langit Berwarna Biru

Pernahkah kamu berpikir mengapa langit warnanya biru? Kenapa bisa biru? Kok bukan hijau atau ungu? Tapi kalau kita dekati, langit itu tidak berwarna. Warna biru yang kita lihat di langit itu adalah hasil dispersi cahaya matahari.

Matahari akan memancarkan cahaya putih ke bumi. Bumi yang dilindungi oleh atmosfer yang tersusun dari berbagai macam gas seperti nitrogen, oksigen, argon, serta uap air yang akan menyerap cahaya putih tadi.

Lalu, Mengapa langit berwarna biru?

Jika kita tahu, kalau ada cahaya putih yang jika dilewatkan bidang prisma, maka akan terdispersi menjadi spektrum cahaya.

Dan begitu juga dengan cahaya matahari yang setelah masuk melewati atmosfer bumi, akan terdispersi menjadi berbagai macam panjang gelombang. Dari masing-masing panjang gelombang ini akan muncul sebagai berbagai macam warna seperti layaknya warna pelangi.

Setiap warna dipancarkan di ketebalan prisma yang berbeda. Panjang gelombang yang tinggi bila ditangkap oleh mata akan terlihat sebagai warna merah, orange, dan kuning. Untuk panjang gelombang yang rendah dikenali oleh mata sebagai warna biru, ungu, dan hijau.

Pada warna -warna yang memiliki panjang gelombang tinggi tadi akan diteruskan secara lurus sedangkan warna-warna yang panjang gelombangnya rendah akan disebarkan ke berbagai arah. Itu sebabnya mengapa warna biru menjadi dominan di langit karena warna biru dari cahaya matahari disebarkan menuju segala arah.

Peristiwa yang dijelaskan pada paragraf di atas dinamakan dengan Rayleigh scattering. Menurut pendapat Rayleigh, cahaya yang memiliki panjang gelombang rendah itu akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar.

Saat senja menjelang, langit akan berubah warna jadi merah kekuningan. Ini bisa terjadi karena posisi matahari yang tadinya tepat di atas kita berubah menjadi serong sehingga jarak pandang juga berubah.

Karena jarak yang berubah ini, maka ketebalan pada atmosfer yang ditembus cahaya matahari hingga ke mata kita juga bertambah tebal. Atmosfer bumi kita bisa dianalogikan layaknya prisma yang akan meneruskan cahaya dengan warna tertentu pada ketebalan tertentu.

Pada warna yang memiliki panjang gelombang tinggi seperti warna merah itu akan diteruskan pada atmosfer yang lebih tebal sehingga warna langit tampak merah jingga pada saat matahari terbit atau terbenam.

Itulah ulasan kenapa langit warnanya biru

Download Mp3 Terlalu Singkat SO7

Berikut adalah link Download Mp3 lagu Terlalu Singkat dari Sheila on Seven atau SO7.


Petunjuk download,
Klik link download diatas, maka lamu akan masuk ke adf.ly, pada pojok kanan atas klik skip ad setelah 5 detik. Maka masuk link download. Jangan pilih mp4, tapi pilih audio ya supaya jadi mp3. Pada nama file download, beri nama .mp3 pada bagian belakang nama file downloadnya.



Lirik lagu Terlalu Singkat Sheila On 7


Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang jatuh cinta dan berharap supaya sidia bisa menjadi miliknya.

Berikut adalah penjelasan dari lirik lagunya :

untaian rasa yang ku selipkan
semoga mampu tuk meluluhkan
hati pemilik senyum itu (suka dengan seseorang dan berharap ia dapat menaklukkan orang itu)

berbagai cara akan ku coba
agar aku takkan kehilangan
pandangan dari senyum itu (ia mencoba melakukan berbagai cara agar tetap bisa bersamanya)

dan bisa aku katakan
jadi kekasihku
akan membuat
kau jauh lebih hebat (bisa aku katakan, artinya berarti ia sedang membujuk hati si wanita)

percaya padaku, uuuuuu
percaya padaku, uuuuu
jiwaku untukmu, uuuuu
hidup terlalu singkat
untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku (sedang meyakinkan hati si wanita)


Kerajaan Tarumanegara dan Sunda menurut catatan para ahli




Kajian para akhli tentang Banten Girang, telah sering dilakukan, terutama melalui penelitian arkeologi. Akan tetapi, jalan untuk menuju ke Banten Girang, belum menemui titik terang, masih dilanda kegelapan. Claude Guillot, Lukman Nurhakim, dan Sonny Wibisono, telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam; Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?   1526 (Penerbit Bentang, 1996). Sangat menarik, penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut, yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Artinya, angka tahun tersebut, oleh Claude Guillot dan kawan kawan, masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^
Claude Guillot dan kawan kawan menampilkan angka tahun 932?, berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch, antara lain sebagal berikut:
Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi, yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch, yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala, yaitu 932 M (854 S) (Guillot,1996:111).
Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah, angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Pembuktian arkeologi ditampilkan, sekaligus merupakan daya dukung, untuk memperkuat suatu anggapan.
Di satu pihak tampak dari analisis benda benda temuan, bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke 10, sedangkan candi yang terletak di G. Pulasari, melihat arca arcanya, dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot,1996: 111).
Untuk lebih jelasnya, mengenai prasasti Kebonkopi II, pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan, Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989), antara lain sebagai berikut:
Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno, ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi, distrik Leuwiliang, Bogor. Batutulis ini kini telah hilang. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto, yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O.V 1923, halaman 18, no. 6888).
Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu, yang bentuknya tidak beraturan, terdiri atas 4 baris huruf, bunyinya demikian:

// ini sabdakalanda rakryan juru panga
mbat i kawihaji panca pasagi marsa
ndeca barpulihkan haji sun
nda//

Sebelum memberi tetjemahan, terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan, antara lain sebagai berikut: sabdakalanda, adalah kata majemuk tatpurusa; sabda, bunyi, kata, perintah; kala untuk cakakala atau sakakala, saat yang pantas diperingati, sesuatu untuk diperingati; akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya nda; pangambat, dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan, bahwa ia seorang pembesar istana.
Candrasangkala: kawiraja, sepadan dengan bujangga, bernilai angka 8; panca = 5, dan pasagi, bujur sangkar, bernilai angka 4. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim, Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458), karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda, maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu ragu, bacaan yang benar adalah 854 Saka, tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan, ia menuliskan tahun 942 Masehi, padahal seharusnya 932 Masehi, sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985).
Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch, maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian:

Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat, pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan, bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu.

Bunyi prasasti, dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu Kuna, karena itu ia mengajukan dugaan, bahwa Sunda pada awal abad ke 10 Masehi, secara kultural dan juga rupa rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera, Sriwijaya (Atja & Ekadjati,1989:186 187).

Timbulnya perbedaan anggapan, diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala, "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II.
1.    Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi;
2.    Satyawati Suleiman, menampilkan angka tahun 932 Masehi; dan
3.    Guillot menampilkan angka tahun 932?. Menurut pengakuannya, angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch.
Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala, seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Sehingga kawihaji panca pasagi (854), menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah naskah Sunda Kuna, yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian, Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung, Sewaka Darma.
Peristiwa sejarah, yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi, dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa, parwa I sarga 3, halaman 13 14, antara lain sebagai berikut:

.. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali//
Terjemahannya:
Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya, yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. la memerintah lamanya 26 tahun, yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535   561 Masehi), dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana.
Putera yang kedua, Mahisawarman namanya, yang menjadi Menteri Tarumanagara. Yang ketiga, Sang Matsyawarman namanya, yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Yang keempat perempuan, yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali.

Pada prasasti Kebonkopi II, tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda", yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79, ikhwal "Sunda" dijelaskan, antara lain sebagai berikut:
.... / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara//
Terjemahannya:
Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).

 Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi), daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan), tempat lahir Sang Tarusbawa.
               Dengan demikian, "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda", tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman, setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara.
               Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang), tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. Dipilihnya lokasi Pasir Muara, tentu ada nilai nilai sakral, sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya.
Kemudian, digunakannya bahasa Melayu Kuna pada Prasasti Kebonkopi II, tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya, seperti dugaan Bosch, "bahwa Sunda pada awal abad ke 10 Masehi, secara kultural dan juga rupa rupanya dari segi politik, tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera, Sriwijaya". Akan tetapi, lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan, antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman, menghadiri upacara "Barpulihkan", dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat".
                catatan, menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3, dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi, Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Sedangkan Sriwijaya, pada tahun 536 Masehi, masih merupakan kerajaan kecil di Palembang, di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi), Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali, dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Kerajaan Sriwijaya, berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura), menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi, di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.
Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya", ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana, parwa 11 sarga 3, halaman 176, yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya, antara lain sebagai berikut:
.... // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija ya// ....
Terjemahannya:
Dengan kerajaan Sunda, kerajaan Sriwijaya, telah melakukan perjanjian bersama, untuk tidak saling menyerang negara masing masing, dengan menjalin persahabatan, menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda, juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya.

Pada tahun 669 Masehi, Sri Maharaja Linggawarman, raja keduabelas Tarumanagara, mengakhiri kekuasaannya. Sebagai pengganti, Sang Tarusbawa, menantu Sri Maharaja Linggawarman, yang menikah dengan Dewi Manasih. Adik Dewi Manasih, yaitu Dewi Sobakancana, diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa, raja Sriwijaya.
Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman, menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara, karena nama kerajaan tersebut, oleh Sri Maharaja Tarusbawa, diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Pergantian nama kerajaan, disebabkan, Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya, Sunda Sembawa (Bekasi). Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang, tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek, yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Kekecewaan Guillot, terungkap dalam tulisannya:
Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar, seperti Banten Girang, dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot, 1996:100).

Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot, semakin samar untuk ditemukan. Kehadiran Salakanagara, Tarumanagara, Kerajaan Sunda, dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah, tidak ia hiraukan.

Siapa yang Memberi Nama Indonesia?

Siapa orang yang memberi nama Indonesia? Kapan Kata Indonesia Muncul?
Pertama kalinya kata Indonesia ini muncul di dunia, tercetak di buku halaman 254 dalam tulisan  James Richardson Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

Mr Earl menyarankan istilah etnografi"Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis yang murni yakni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia

Jadi, yang memberi nama Indonesia adalah  James Richardson Logan yang berawal dari saran - sarannya.

Ketika dirinya mengusulkan nama "Indonesia" Logan tidak menyadari jika di kemudian hari nama itu menjadi nama resmi. Sejak itu Logan secara konsisten menggunakan nama Indonesia di dalam berbagai  tulisan-tulisan ilmiahnya, dan secara lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. [1]

Tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian(1826-1905) juga menerbitkan sebuah buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Melayu) ada lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika ia mengembara di kepulauan itu pada tahun1864 sampai 1880. Dari buku Bastian inilah yang kemudian akhirnya bisa memopulerkan istilah nama Indonesia di kalangan para sarjana Belanda, sempat timbul juga anggapan kalau istilah Indonesia itu adalah ciptaan dari Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, ada juga yang tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. Kenyataannya, Bastian mengambil istilah Indonesia itu berasal dari tulisan-tulisan Logan.

Makanan dan Sayuran yang Bisa menurunkan Kolesterol



Diet dan gaya hidup yang sehat adalah senjata terbaik Anda untuk melawan penyakit jantung. Tapi, ada banyak informasi yang berkait dengan mitos terkait dengan gizi yang sehat. Adalah tidak mengejutkan kalau banyak di antara kita yang bingung tentang jenis-jenis lemak. Kita juga ada banyak persoalan terkait dengan garam, daging dan produk susu. Dengan semua perbedaan-perbedaan pendapat, baik untuk mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya, agar kita dapat membuat pilihan yang bijak bagi diet Anda untuk manfaat jangka panjang terhadap jantung dan kesehatan Anda. Corak pilihan keseluruhan andalah yang paling diperhitungkan.

Apa yang Paling Penting?

Anda mungkin makan banyak makanan, tetapi tubuh Anda mungkin tidak mendapatkan zat-zat yang dibutuhkannya agar tetap sehat. Makanan kaya zat mengandung mineral, vitamin, serat dan zat-zat lain, tetapi rendah kalori. Untuk mendapatkan zat-zat yang kita butuhkan, seringlah memilih makanan seperti sayuran, buah-buahan, produk sereal dan produk susu tanpa lemak atau rendah lemak. Ahli kesehatan menyarankan Anda makan berbagai makanan bergizi setiap hari dari setiap kelompok dasar makanan.

Panduan Pilihan Makanan Yang Direkomendasikan

Buah-buahan dan sayuran adalah tinggi vitamin, mineral dan serat - dan ini rendah kalori. Memakan berbagai buah-buahan dan sayuran dapat membantu Anda mengontrol berat dan tekanan darah Anda.

Makanan sereal tidak hancur mengandung serat yang bisa membantu menurunkan kolesterol darah Anda dan membantu kita merasa kenyang, yang akan membantu kita mengelola berat badan.

Makan ikan setidaknya dua kali seminggu. Ulasan yang telah dilakukan menunjukkan ikan berminyak mengandung asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan risiko kematian karena penyakit arteri koroner. Pilih daging tanpa kulit dan siapkan tanpa menambah lemak jenuh dan lemak trans. Pilih produk susu tanpa lemak, lemak 1 persen dan rendah lemak.

Kurangi makanan yang mengandung minyak nabati parsial dihidrogenasikan untuk mengurangi lemak trans dalam diet Anda. Tujuan untuk makan kurang dari 300 miligram kolesterol per hari. Sediakan dan pilih makanan sedikit atau tanpa garam. Tujuan untuk makan kurang dari 1500 miligram garam setiap hari.

Pencetus Nama Indonesia

Di tahun 1847 di negara Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur"), yang dikelola James Richardson Logan(1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), gabung di redaksi majalah JIAEA.

Di JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, ia menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Di dalam artikel itu Earl menegaskan kalau sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu agar memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tak tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia ataupun Malayunesia("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris):

...Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia...

Earl menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), karena Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia dapat juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan yang sekarang dikenal sebagai Indonesia, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Dan itu membuktikan bahwa sebagian kalangan Eropa tetap meyakini bahwa penduduk di kepulauan ini adalah Indian, sebuah julukan yang dipertahankan karena sudah terlanjur akrab di Eropa.

Kapan Kata Indonesia Muncul?
Pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia adalah dengan tercetak pada buku halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

Mr Earl menyarankan istilah etnografi"Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis yang murni yakni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia

Ketika dirinya mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari kalau di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" di dalam berbagai  tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. [1]

Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian(1826-1905) menerbitkan sebuah buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel (Indonesia atau Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Melayu) sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun1864 sampai 1880. Dari buku Bastian inilah yang sudah memopulerkan istilah nama Indonesia di kalangan sarjana Belanda, sempat timbul anggapan bahwa istilah Indonesia itu ciptaan dari Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, beberapa tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. Pada kenyataannya, Bastian mengambil istilah Indonesia itu berasal dari tulisan-tulisan Logan.

Sebutan pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat atau kita kenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Ketika dirinya dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.

Nama Indonesisch atau pelafalan Belanda untuk Indonesia juga diperkenalkan sebagai pengganti dari Indisch("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven(1917). Sejalan dengan hal itu, inlander panggilan pribumi diganti dengan Indonesiër  atau orang Indonesia.